“ A R T I K E L ”

 AKSI NYATA MODUL 1.4

BUDAYA POSITIF

OLEH

ARWANI RAHMAWATI, S.Pd., M.Pd.

UPTD SMP NEGERI 1 SAMPANG

CGP Angkatan 6_SAMPANG  

Latar Belakang

            Adanya Pandemi merusak tatanan di masyarakat, tidak terkecuali dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan menurunnya pembentukan karakter peserta didik salah satunya di SMPN 1 Sampang. Ketika diberlakukan kembali Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), ditemukan permasalahan pada peserta didik yaitu kurang memiliki kepribadian yang kuat dan cenderung arogan dan kurang kontrol diri. Oleh sebab itu, diperlukan budaya positif yang dapat menguatkan kembali kepribadian dan karakter peserta didik melalui kegiatan pembiasaan positif disekolah secara aktif dan berkesinambungan. Selain di sekolah, guru juga berperan penting dalam pelaksanaan budaya positif di kelas dan di luar jam pelajaran di lingkungkan sekolah. Beberapa kegiatan pembiasaan positif yang dilakukan yaitu :

1.        Membuat Keyakinan Kelas. Terkait dengan materi keyakinan kelas.

2.       Penerapan Segitiga Restitusi. Terkait dengan materi segitiga restitusi

3.      Gerakan 4S (Senyum, Sapa, Salam, Salaman). Terkait dengan penerapan materi disiplin positif menguatkan nilai-nilai kebajikan.

 

Tujuan Aksi Nyata

 Adapun tujuan aksi nyata yang dilakukan Calon Guru Penggerak adalah:

1.   Aksi nyata budaya positif pertama yang saya lakukan sebagai calon guru penggerak di kelas/sekolah adalah membuat keyakinan kelas. Keyakinan Kelas dibuat sebagai wujud dari budaya dan disiplin murid sekaligus terciptanya komunikasi harmonis antara guru dan murid.

2.  Aksi nyata budaya positif kedua yang saya lakukan adalah dengan menerapkan segitiga restitusi. Segitiga restitusi merupakan tahapan tindakan yang dilakukan guru untuk membawa murid menaati kesepakatan kelas/sekolah yang telah ditetapkan dan mengakui secara sadar dan terbuka ketika melakukan kesalahan, serta merasakan kenyamanan ketika sudah berperilaku jujur.

3.  Aksi nyata budaya positif ketiga yang saya lakukan adalah dengan membudayakan Gerakan 4S (Senyum, Sapa, Salam, Salaman). Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan suasana belajar di kelas dan di sekolah yang harmonis dan mendamaikan antara guru dan murid atau bahkan murid dengan murid. Kegiatan ini menuntun peserta didik untuk selalu bersikap tawadhu’ terhadap guru di mana pun dan kapan pun tanpa diminta.

Tolok Ukur Keberhasilan

Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan aksi nyata ini sudah dilakukan dan mengontrol aksi nyata agar terarah dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, maka digunakan tolak ukur sebagai berikut:

1.    Peserta didik menunjukkan sikap positif dan tanggung jawab dalam menaati keyakinan kelas.

2.   Peserta didik menunjukkan sikap positif dan harmonis dalam berkomunikasi dengan guru.

3.   Peserta didik secara sadar dan bertanggungjawab serta reflek untuk senyum, sapa atau ucap salam serta salaman saat bertemu dengan guru atau sesama teman di lingkungan sekolah 

Linimasa Yang Akan Dilakukan

Calon guru penggerak melihat situasi dan kondisi keadaan sekolah saat ini terjadi krisis karakter pada peserta didik terkait budaya positif. Calon Guru Penggerak melaksanakan aksi nyata yang diterapkan dalam kegiatan disiplin positif sehari – hari di kelas/di sekolah. Diawali dengan membuat keyakinan kelas, penerapan Segitiga Restitusi dan melaksanakan Gerakan 4S (Senyum, Sapa, Salam, Salaman). Adapun langkah-langkah aksi nyata yang dilakukan lain:

1.    Meminta ijin dan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah untuk melaksanakan aksi nyata.

2.   Membuat rencana tindakan pengembangan Aksi Nyata. (Menyusun jadwal membuat keyakinan kelas, membuat agenda penerapan Segitiga Restitusi serta menyusun jadwal gerakan 4S)

3.   Membuat keyakinan kelas sebagai dasar budaya positif yang akan selalu diyakini setiap peserta didik.

4.   Melakukan kegiatan Gerakan 4S dan penerapan Segitiga Restitusi

5.   Melakukan refleksi dan evaluasi.

Tantangan Kegiatan

1. Masih ditemukan peserta didik yang belum paham tentang keyakinan kelas sehingga dalam kegiatan pembelajaran memerlukan bimbingan khusus dari guru.

2. Sebagian besar guru tidak memahami segitiga restitusi, sehingga saya seperti bekerja sendiri dalam menemukan murid bermasalah sekaligus menerapkan segitiga restitusi.

3. Peserta didik mempunyai pemahaman bahwa gerakan 4S hanya dilakukan saat masuk sekolah atau pulang sekolah saja. 

Dukungan Yang Dibutuhkan

Untuk mewujudkan rancangan tindakan aksi nyata, maka Calon Guru Penggerak membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, antara lain:

1.   Stackeholder

Calon Guru Penggerak dalam melaksanakan aksi nyata membutuhkan dukungan dari Kepala Sekolah maupun rekan sejawat melalui koordinasi dan kolaborasi supaya penerapan budaya positif dapat berjalan sesuai dengan rencana.

2. Media yang digunakan

Media yang digunakan dalam tindakan aksi nyata ini memberi kemudahan guru dalam penyampaian materi maupun hal-hal yang berkaitan dengan pembiasaan budaya positif. Media ini dapat berupa poster, video, maupun power point yang dibuat guru.

Dokumentasi Hasil Aksi Nyata

1.     Menemui kepala sekolah untuk mengkomunikasikan terkait Pelaksanaan Aksi Nyata.





















2. Membuat rencana tindakan pengembangan Aksi Nyata. (Menyusun jadwal membuat keyakinan kelas, membuat agenda penerapan Segitiga Restitusi dan menyusun jadwal Gerakan 4S (Senyum Sapa, Salam, Salaman)



3.   Membuat keyakinan kelas sebagai dasar budaya positif yang akan selalu diyakini setiap peserta didik

a. Pengantar : membuat keyakinan kelas diawali dengan mengenal kembali peraturan kelas, mengidentifikasi perbedaan dengan keyakinan kelas.


b.    Peserta didik secara bergantian diminta untuk mengidentifikasi peraturan kelas yang pernah ada atau pernah dibaca lalu menuliskannya di kertas karton



 

 

 

 

 

 

 

        

c.     Guru memandu mengidentifikasi nilai kebajikan yang terkandung di dalam peraturan kelas yang telah di tulis.


d.    Peserta didik secara bergantian mengidentifikasi Nilai Kebajikan sekaligus menuliskannya di kertas karton.



 


    

 

 


  Guru menjelaskan nilai kebajikan yang ditegakkan dalam peraturan kelas dengan Mengidentifikasi dan menuliskan kembali nilai-nilai kebajikan yang dapat dikembangkan dikelas

f.      Salah satu murid memimpin merumuskan keyakinan kelas dan menyepakati bersama-sama


Memberi penguatan kepada siswa terkait penerapan keyakinan kelas


h.     Hasil-hasil alur membuat keyakinan kelas




 

 

 

 

 

 

 

i.       Hasil keyakinan kelas yang telah diyakini dan di sepakati, di buat dengan menggunakan Aplikasi CANVA, kemudian di tempel pada dinding kelas.


Melakukan kegiatan Gerakan 4S (Senyum, Sapa, Salam, Salaman)

      https://youtu.be/kK91LxT2mLg

 

a.    Gerakan 4S (Senyum, Sapa, Salam, Salaman) dilakukan di pintu gerbang saat murid datang ke sekolah






    

 

 

 

 







 

b.    Gerakan 4S (Senyum, Sapa, Salam, Salaman) dilakukan di kelas atau di depan kelas ketika murid mau pulang sekolah



c.     Gerakan 4S (Senyum, Sapa, Salam, Salaman) dilakukan di sekitar lingkungan sekolah


 



 

 


 

 

 

 

 

 


Penerapan Segitiga Restitusi      

https://www.youtube.com/watch?v=dWZ_m8DLjts 

 

a.   Menstabilkan Identitas

 

b.    Validasi Tindakan Yang Salah


c.     Menanyakan Keyakinan kelas


4.   Melakukan refleksi dan evaluasi.

Perasaan Selama Melaksanakan Aksi Nyata

            Selama melaksanakan aksi nyata ini perasaan saya sangat bangga dan bahagia. Dukungan dari beberapa pihak dalam pelaksanaan aksi nyata ini membuat saya lebih bersemangat. Mulai dari kepala sekolah, rekan sejawat semua memberi dukungan lebih. Murid pun melaksanakan dengan penuh semangat. Hal ini semakin memotivasi saya untuk menciptakan aksi nyata budaya positif yang lainnya. Semoga istoqomah. Aamiinn...

Webinar Dan Pengimbasan Aksi Nyata Budaya Positif modul 1.4

https://youtu.be/k2xt0jrtieY

 Selain melakukan aksi nyata seperti di atas, saya juga melaksanakan  kegiatan seminar. Kegiatan seminar ini merupakan kegiatan pengimbasan secara luring kepada anggota komunitas MGMP PPKn se Kabupaten Sampang yang dilaksanakan pada Hari Senin Tanggal 14 November 2022, di UPTD SMPN 3 Sampang dengan peserta seminar yang berasal dari pengurus MGMP serta anggota MGMP sebanyak 25 orang Seminar yang diselenggarakan pada saat itu menyampaikan materi terkait Budaya Positif yang bisa di terapkan di sekolah yang meliputi:

  1.   Disiplin Positif dan nilai kebijakan universal
  2. Teori motivasi, hukuman, penghargaan dan restitusi
  3. Keyakinan Kelas
  4. Kebutuhan dasar manusia
  5. Segitiga Restitusi
  6. Lima posisi kontrol guru.

Selain menyampaikan materi tentang budaya positif, saya juga mempublikasikan penerapan materi budaya positif yang bisa di terapkan di sekolah berupa aksi nyata yang sudah saya lakukan. Namun Saat menayangkan Video penerapan aksi nyata terkendala suara video tidak terdengar. Namun hal ini tidak menurunkan semangat peserta seminar. Materi maupun penerapannya bisa di komunikasikan kembali lewat WAG atau Japri dan saya akan sangat terbuka sekali. Kegiatan seminar berjalan tertib dan lancar, terjadi komunikasi dua arah dan efektif.  Akhirnya seminar selesai dengan harapan peserta seminar bisa menularkan ilmu ataupun mengimbaskan materi budaya positif yang bisa di terapkan di sekolah saat para peserta seminar kembali ke sekolah masing-masing. 

Dokumentasi saat Seminar Pengimbasan Budaya Positif.

    Ibu Wakil Kepala Sekolah didampingi ketua MGMP membuka Kegiatan MGMP sekaligus Seminar


                Anggota MGMP bersemangat mengikuti rangkaian jalannya seminar

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.1.a.8. Koneksi Antar Materi